banner

Pusat Stroke

Rumah>Pusat Stroke>Konten

Cara Mencegah dan Mengontrol Hipertensi di Rumah

Nov 25, 2022

Hipertensi merupakan faktor risiko utama stroke. Lebih dari 90 persen tekanan darah tinggi disebabkan oleh kebiasaan gaya hidup atau faktor genetik. Di bawah efek jangka panjang dari hipertensi, dinding pembuluh darah secara bertahap menjadi kaku dan kehilangan elastisitasnya, yang akan mendorong terjadinya dan berkembangnya aterosklerosis, yang pada akhirnya menyebabkan stroke. Umumnya, kejadian hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia. Terutama pada orang yang berusia lebih dari 60 tahun, lebih dari separuh orang mengalami hipertensi. Dalam banyak kasus, tekanan darah tinggi tidak menunjukkan gejala, tetapi terkadang peningkatan tekanan darah dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, dan mimisan.

Kriteria diagnostik untuk hipertensi: Tekanan darah Lebih dari atau sama dengan 140/90mmHg

Penyebab utama hipertensi

· Asupan garam yang berlebihan

· Penurunan ekskresi garam (disebabkan oleh bertambahnya usia, terutama pada wanita setelah menopause)

· Kurang olahraga

·Tekanan mental

·Kelelahan

Pengobatan hipertensi

· Latihan aerobik sedang

·Diet rendah garam(kurangi asupan garam dalam makanan sehari-hari, dan dianjurkan untuk membatasi asupan garam hingga kurang dari 6 gram per hari)

· Larangan merokok dan alkohol

·Menurunkan berat badan

· Ambil obat tekanan darah di bawah arahan dokter Anda

Olahraga yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mencegah dan mengontrol tekanan darah tinggi

Otot betis (triceps crus) dianggap sebagai "jantung kedua" dan perannya melawan gravitasi dan mengembalikan darah ke jantung. Oleh karena itu, melatih otot betis sangat membantu dalam menstabilkan tekanan darah.

Latihan satu: Tumit Mengangkat

1. Tempatkan satu atau kedua tangan pada permukaan yang menopang untuk keseimbangan

2. Berdiri dengan kaki selebar bahu

3. Perlahan angkat kedua tumit dan tahan selama 10 detik

4. Turunkan kedua tumit secara perlahan

1

Latihan dua: Setengah Jongkok

1. Berdiri dengan kaki selebar bahu

2. Tekuk kaki Anda, dorong pantat Anda ke belakang ke 45-sudut derajat

3. Tahan selama 10 detik, lalu perlahan angkat kembali tubuh Anda

2

Latihan tiga: Latihan Aerobik

Seperti yang ditemukan dalam penelitian, olahraga intensitas sedang selama 30 menit lima-tujuh kali seminggu dapat menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 4-9 mm Hg. Berjalan, bersepeda, dan berenang merupakan latihan yang direkomendasikan untuk menurunkan tekanan darah secara efektif.

5