banner

Pusat Stroke

Rumah>Pusat Stroke>Konten

Penelitian Klinis|Latihan Gerakan Bilateral dan Pemulihan Tungkai Atas Setelah Stroke

Mar 21, 2023

 

Latar belakang penelitian

Disfungsi ekstremitas atas adalah kecacatan umum setelah stroke. Sekitar 30 persen -66 persen pasien stroke masih tidak dapat menggunakan tungkai atas setelah 6 bulan terkena stroke, yang secara serius memengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari (AKS). Pelatihan gerakan bilateral adalah pengobatan baru yang muncul dalam beberapa tahun terakhir. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa pelatihan gerakan bilateral memiliki keuntungan yang signifikan dalam memperbaiki cacat neurologis dan mempromosikan rekombinasi fungsi otak, dibandingkan dengan pelatihan gerakan unilateral. Penelitian ini menyelidiki efek dan mekanisme latihan gerakan bilateral pada disfungsi ekstremitas atas pada pasien dengan hemiplegia.

Subjek dan Metode

52 pasien dengan hemiplegia secara acak dibagi menjadi kelompok perlakuan (n=26) dan kelompok kontrol (n=26). Kelompok perlakuan diobati dengan terapi latihan bilateral, dan kelompok kontrol dilatih dengan metode perkembangan saraf tradisional pada ekstremitas atas yang terkena. Perawatan berlangsung selama 6 minggu. Ekstremitas atas peringkat Fugl-Meyer (FMA-UE) dan Indeks Barthel Modifikasi (MBI) digunakan untuk mengevaluasi sebelum dan sesudah perawatan.

Hasil

Satu pasien dalam kelompok perlakuan gagal menyelesaikan semua tes. Sebagian besar pasien dalam kelompok perlakuan merasa pegal dan lelah pada beberapa hari pertama latihan, yang berangsur-angsur hilang setelah latihan terus menerus tanpa mempengaruhi latihan. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada skor FMA-UE dan MBI antara kedua kelompok sebelum pengobatan (P > 0.05). Setelah pengobatan, skor FMA-UE dan MBI pada kedua kelompok secara signifikan lebih tinggi daripada sebelum pengobatan (P<0.001); the score of the treatment group was significantly higher than that of the control group (P < 0.01) (Table2&3).

2

 

Kesimpulan

Bilateralpergerakanpelatihan dapat secara signifikan meningkatkan fungsi motorik ekstremitas atas dan kemampuan hidup sehari-hari pasien hemiplegia selama rehabilitasi.

Untuk membantu pasien mempelajari kembali dan memulihkan fungsi motorik tangan, sarung tangan rehabilitasi tangan inovatif SYREBO memungkinkan pasien stroke melakukan latihan gerakan bilateral. Dengan bantuan sarung tangan rehabilitasi tangan SYREBO, tangan yang sehat dengan sarung tangan data dapat mendorong tangan yang sakit dengan sarung tangan listrik untuk bergerak secara sinkron. Oleh karena itu, pasien dapat mengambil cangkir atau botol dengan tangan yang terkena, yang dapat mendorong pemulihan otonom otak dan mempercepat proses rehabilitasi fungsi tangan. Selain itu, model high-end SYREBO (C12Dansistem rehabilitasi tangan untuk klinis) memiliki latihan motorik halus yang power glove dapat menggerakkan setiap jari yang terkena untuk melakukan fleksi dan ekstensi, membuat latihan menjadi lebih efektif dan menyeluruh.

1

2

info-700-478